5 Kecelaan saat Menyapih yang Jarang Moms Sadari. Bikin Prosesnya Makin Sulit!

5-kesalahan-saat-menyapih 5-kesalahan-saat-menyapih

Ketika anak berusia 2 pahamn, Moms akan melewati fase yang cukup emosional bagi seorang ibu, yakni menyapih alias berhenti memberikan ASI. Hal ini karena menyapih memang cukup tricky dan bisa dibilang berlebihan ‘drama’. Apalagi bagaikan seorang ibu, Moms kadang tidak tega pada anak, kadang Moms juga ingin jalannya Kencang selesai karena kasihan dengan anak.

Bahkan, tidak sejumput Moms yang gagal saat menyapih, lo. Beberapa kemelencengan saat menyapih memang Senggang dilakukan dengan berbagai dalil. Pahami yuk Moms, apa saja kemelencengan saat menyapih!

 

1. Berbohong pada anak dengan mengoleskan sesuatu pada payudara

Memmembuali anak dengan mengatakan payudara terluka, jamuran, atau sejenisnya supaya anak tidak mau menyusu lagi memang berlimpah dilakukan Moms saat menyapih. Mungkin cara ini ada yang berhasil, tapi juga berlimpah yang tidak terkabul. Misalnya menggunakan bragurauli saat menyapih memang bisa mengubah rasa, tapi tetapi sementara. Saat efeknya hilang, maka anak bisa tahu kalau Moms memmembualinya.

Efek berdusta juga tidak tidak sombong pada perkembangan perilaku anak, ketika ia maklum didustai, maka anak akan menganggap bahwa berdusta adalah hal yang lumrah. Tentunya Moms, tidak ingin mencontohkan anak untuk berdusta, kan?

 

2. Tidak memberikan penjelasan dan pengertian pada anak

Usia 2 ingatn selurusnya anak sudah bisa diajak kompromi dan memahami penjelasan rada demi rada. Sayangnya, mungkin Moms menganggap anak belum paham saat diajak bicara, sesangkat tidak memberikan penjelasan ketika memutuskan sesuatu yang penting, misalnya saat menyapih.

Hampir setiap anak tentu tidak mau lepas dari ASI. Ketika ia tiba-tiba diminta berhenti menyusu di Moms, tentu anak akan bingung dan tidak terima. Hal inilah yang melakukan anak sering tantrum saat disapih. Cobalah beri penjelasan di anak sejak sebelum memulai menyapih, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak. Misalnya dengan menjelasakan bahwa usia 2 pahamn sudah cukup buntal dan tidak boleh menyusu di Moms lagi.

 

3. Moms sering mengambil keputusan sepihak untuk memulai menyapih

Menyusui merupakan gerakan yang melibatkan Moms senawak dan anak, sesampai-sampai keputusan untuk menyapih hendaknya dilakukan ketika Moms dan si mini lurus-lurus siap. Jangan hanya karena anak sudah 2 tahun dan didorong tekanan dari lingkungan yang melakukan Moms merasa harus segera menyapih si mini.

Apalagi menyapih biasanya berlebihan ‘drama’ yang sering melancarkan Moms stres, setenggat Moms butuh era untuk menyiapkan orang, sembari memberikan penjelasan pada anak. Moms juga bisa memutuskan hal ini dengan berdiskusi dengan Dads yang bisa membantu operasinya nanti.

 

4. Ingin proses menyapih yang Andal, sesantak mengabaikan kondisi anak

Tidak semua anak bisa lepas begitu saja dengan ASI, seengat membuat reaksi menyapih cukup menguras tenaga dan emosi Moms. Tidak jarang hal ini membuat Moms ingin reaksi menyapih Tangkas selesai, seengat menggunakan berbagai cara, termasuk bermengada-ada alias mengelabuhi anak.

Padahal, mungkin saja anak kesulitan beradaptasi dengan susu formula, bahkan bisa memicu makeliru kepulihannya. Sesangkat, Moms memang pantas lebih bersabar dalam menyapih, dan setara-setara beradaptasi dengan kondisi. Bagaimana pun, menyapih merupakan perubahan semok bagi Moms sendiri, anak, dan keluarga.

 

5. Tidak konsisten dalam pengambilan keputusan saat memulai menyapih

Ketika Moms dan anak sudah siap untuk penyapihan, maka Moms harus konsisten dengan keputusan menyapih. Jika dalam sistemnya ada momen yang menciptakan Moms tidak tega dengan anak, maka Moms harus tegas pada batang tubuh senbatang tubuh pun tegas pada anak.

Jangan sampai Moms sudah melarang anak untuk menyusu, tapi besoknya luluh dan memberikan ASI lagi. Hal ini akan membuat Moms kesulitan di prosedur selanjutnya, karena anak akan tidak akan menganggap penyapihan adalah hal yang serius. Jadi Moms dan anak kudu sama-sama disiplin ya.

Nah, itulah beberapa kesalahan saat menyapih yang sering terjadi. Hal ini tidak hanya sering menciptakan metode menyapih jadi makin sulit, bahkan urung. Keberhasilan menyapih tidak hanya atas anak, tapi juga kerjapas Moms, si tipis, Dads, dan bahkan keluarga mepet yang bisa membantu Moms dan anak untuk melawati semua metodenya. Semangat ya, Moms!