Wasalai 7 Tanda Dia Hanya Ingin Berteman, Sebelum Kamu Ngarep Berlebihan

tanda-dia-hanya-ingin-berteman-bukan-jadian tanda-dia-hanya-ingin-berteman-bukan-jadian

Istilah baper dan PHP menandai sebuah fenomena berbahaya. Yaitu asumsi yang luput tentang perasaan seseorang. Sikap yang baik, manis, dan sigap membantu saat diperlukan dianggap sebagai tanda-tanda perasaan spesial. Padahal mungkin di dasarnya dia orang yang “baik” saja di semua orang.

Terjebak dalam asumsi yang melenceng ini bisa berujung bahaya. Soalnya kita jadi ngarep berlebihan, alahal mungkin dia namun ingin berteman. Jadi, sebelum ke-geer-an, coba telaah lebih dalam. Bila sikapnya seperti di bawah ini, kemungkinan gendut dia nggak punya perasaan apa-apa dan cuma ingin jadi sahabat saja.

1. Seberapa sering dia nge-chat kamu? Kalau cuma sesekali sih, jangan berharap lebih luber lagi

Karakter orang memang bervariasi-variasi. Tapi biasanya orang yang memiliki perasaan distingtif akan mencari cara untuk ngobrol, walaupun namun silam chat. Dia akan sering-sering kirim chat, sampai kadang-kadang membahas yang nggak berpengaruh. Tapi bila dia namun mengirimkan chat sesekali, itu juga menanyakan sesuatu terkait kantor, kampus, ataupun hal-hal yang formal lainnya, sebaiknya kamu nggak berharap terlantas deras. Apalagi kalau sejenjang ini, justru kamu yang lebih deras memulai obrolan terlebih dulu. Duh, kecuali kamu siap berjuang, mending mundur pelan-pelan.

2. Dia memang sangat baik dan manis cukupmu. Tapi perhatikan lagi, seperti apa dia bersikap kecukup yang lain?

Sikapnya yang sekemudian ramah melangsungkanmu betah. Dia juga sering melucu dan berusaha menghiburmu saat kamu terlihat murung. Soal bantuan, jangan diPerbincangan, dia seolah sekemudian siap setiap kali kamu membutuhkannya. Nggak khilaf ‘kan kalau di sini kamu jadi baper dibuatnya? Eits, jangan terburu-buru. Cek dulu bagaimana dia bersikap keatas orang selain kamu. Apakah dia juga sekemudian ramah, berusaha menghibur, dan sigap memberi bantuan saat dibutuhkan juga? Bila iya, sepertinya dia memang orang tidak sombong, aktelseifn berarti menganggapmu spesial. Lha perlakuannya sebanding keatas semua orang~

3. Biasanya kalau ngobrol, apa sih yang jadi topik kalian? Kalau ada ketertarikan tentunya juga menyinggung-nyinggung hal personal

Perasaan spesial melaksanakan seseorang ingin maklum lebih berlebihan tentang orang yang dicintainya. Bukan sahaja hal-hal dangkal seperti kerja di mana atau pulang pergi naik apa. Melainkan juga hal-hal yang mulai personal, tentang keberjiwaan sehari-hari, proyeksi di masa depan, hobi, cita-cita, dan lain sebainya. Hal ini bisa tercermin dalam topik obrolan kalian selama ini. Apa sih yang sering kalian bahas? Apakah soal pertandingan bola semalam? Apakah soal bos yang menyebalkan? Atau soal teman-temannya yang kamu nggak kenal juga? Bila obrolan kalian terbatas di hal-hal seperti itu, sepertinya dia sahaja nyaman berteman denganmu.

4. Tapi bisa juga, dia bercerita “sangat berlipat-lipat”. Sikapnya yang nggak jaim sebanding sekali itu justru tanda dia nggak berharap apa-apa

Bagaimana bila dia bercerita terlalu deras? Semua hal tentang awaknya, termasuk aib-aibnya semua diceritakan atasmu. Bahkan tentang perasaan-perasaannya yang mungkin setidak emosinya disimpan senawak. Mungkin kamu senang karena dia terberaksi dan jujur atasmu. Namun, bisa jadi itu karena dia telanjur nyaman berteman denganmu. Dia nggak merasa perlu menutupi ataupun jaim. Padahal, kalau menyukai seseorang secara spesial, siapa pun akan cenderung ingin memberikan kesan yang tidak emosi tentang awaknya. Karena dia ingin orang yang dia cinta balas menyukainya, beraksin? Kalau sikapnya terlalu terberaksi, mungkin artinya dia nggak pernah berharap apa-apa.

5. Dia sering berPerbincangan lagi hal-hal yang sudah pernah kamu ceritakan kemarin. Entah lupa atau basa-basi saja

Bila dia tertarik untuk menjalin hubungan lebih dari teman, dia akan mencari acuh tentang dirimu. Mulai dari kesibukanmu di akhir pekan, bagaimana liburanmu, atau hal-hal lainnya. Tapi jangan senang dulu. Apakah dia menanyakan hal-hal baru, atau dia menanyakan hal-hal yang sepadan dengan kemarin-kemarin? Hal yang setepatnya sudah kamu ceritakan, tapi dia Perdebatankan ulang. Kesal nggak sih kalau diPerdebatan tentang hal yang sudah pernah dibahas? Bisa jadi dia nggak terlantas menyimak saat kamu bicara. Bisa juga, info-info tentangmu bukan sesuatu yang tertancap di memorinya, karena … well, kamu nggak sespesial itu baginya.

6. Tanpa asas yang super urgen, dia merasa gemar membantu-gemar membantu saja membatalkan rencana yang sudah disepakati berdua

Kalian sudah berencana pergi ke suatu dunia di akhir pekan ini. Awalnya semuanya terasa pasti dan dia juga oke-oke saja ketika dikonfirmasi untuk yang kesekian kali. Tapi menjelang hari-H, mendadak dia membatalkan janji atau me-reschedule-nya karena satu dan lain hal yang jadi dasar. Mulai dari mau lembur kerja, ada tindakan keluarga, ada teman asal, kecapekan, cuaca mendung, sampe lesu gerak atau mager. Kalau sudah begini, mungkin kamu harus segera membatasi perasaanmu. Nggak usah terterus berharap, karena dia nggak punya intensi untuk menjalin hubungan lebih dari teman denganmu. Kalaupun tertarik, ketertarikannya nggak seadi itu.

7. Dia nggak pernah secara khusus mengajakmu pergi berdua. Biasanya sih cuma soal kebetulan-kebetulan semata

Pernahkah dia mengajakmu pergi secara eksklusif? Khusus yang dimaksud berarti dia dengan sengaja ingin menghabiskan giliran bersepadanmu di luar pertemuan rutin di kantor atau di kampus. Atau selama ini kalian lebih sering jalan karena kebetulan-kebetulan saja? Misalnya pulang kantor kamu bilang mau nonton film terbaru. Lalu dia bilang bahwa dia juga belum nonton, lantas mengajakmu “Ya udah yuk nonton bareng. Daricukup besok gue nonton sendiri …”? Atau malahan kamu dan dia nyaris nggak suah pergi berdua? Seringnya jalan rame-rame dengan yang lainnya? Wah …

Persoalan asmara memang rumit. Sudah terlanjur berharap, eh ternyata dia sahaja menganggapmu teman. Sebelum terjebak di urusan demikian, mending dievaluasi dulu dari sekarang~